WOW…Jutaan Orang Kembali Bekerja di Tempat Asal Virus Corona

oleh -99.321 views

MAU BILANG BEIJING – Geliat kehidupan di Provinsi Hubei mulai tampak. Wilayah di bagian tengah China daratan yang diyakini sebagai awal mula penularan virus corona terbaru (COVID-19) itu kini kembali bangkit.

China sebetulnya belum betul-betul terbebas dari virus itu. Namun angka penularan sudah jauh menurun hingga jutaan warganya kini telah dapat kembali bekerja setelah larangan perjalanan dicabut otoritas setempat.

Seperti dikabarkan kantor berita Xinhua pada Senin, 30 Maret 2020, operasional penerbangan domestik mulai kembali di seluruh wilayah Hubei kecuali Kota Wuhan. Menurut Otoritas Penerbangan Sipil China (CAAC), seluruh penerbangan untuk penumpang dan kargo dengan rute domestik via bandara-bandara di Provinsi Hubei mulai beroperasi kembali mulai Minggu (29/3) waktu setempat. Hal ini belum berlaku untuk Bandara Internasional Tianhe di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.

Pihak CAAC menyebutkan pada Minggu (29/3) waktu setempat, bahwa sedikitnya 98 penerbangan yang lepas landas dari bandara-bandara di ProvinsiHubei. Diketahui bahwa ProvinsiHubei merupakan pusat lalu lintas udara untuk wilayah China bagian tengah.

Kondisi ini berdampak pada kegiatan warga. Jutaan masyarakat China, terlebih di Hubei, mulai keluar rumah untuk beraktivitas.

Sekitar 5,57 juta orang di wilayah Provinsi Hubei, China, telah kembali bekerja setelah larangan perjalanan terkait pandemi virus Corona dicabut. Otoritas kesehatan China melaporkan 39 kasus baru virus Corona dalam sehari, dengan sebagian besar didominasi kasus impor atau dari luar negeri.

Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua News Agency, Senin (6/4/2020), laporan Departemen Sumber Daya Manusia dan Keamanan Sosial Provinsi Hubei menyebut bahwa 5,57 juta orang di provinsi yang menjadi lokasi awal terdeteksinya virus Corona tersebut, kembali bekerja pada Jumat (3/4) lalu.

Dari jumlah itu, sebanyak 3,46 juta orang kembali ke tempat-tempat kerja di luar Provinsi Hubei. Tiga provinsi, yakni Provinsi Guangdong, Provinsi Zhejiang dan Provinsi Jiangsu, menjadi tiga tujuan teratas.

Seorang pejabat setempat menyatakan, otoritas Provinsi Hubei menyediakan 22.600 perjalanan bus charter dan 60 rangkaian kereta api untuk mengantarkan 630 ribu pekerja migran, dari rumah ke pabrik-pabrik di provinsi lain saat operasional pabrik-pabrik di China kembali normal.

Tidak ada laporan kasus baru virus Corona di Provinsi Hubei pada Sabtu (4/4) dan Minggu (5/4) waktu setempat.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) dalam pengumuman pada Senin (6/4) waktu setempat, melaporkan 39 kasus baru virus Corona dalam sehari. Jumlah itu terdiri dari 38 kasus impor — penularan di luar negeri — dan satu kasus domestik — penularan lokal — di Provinsi Guangdong.

Dari 38 kasus impor yang baru dilaporkan, sekitar 20 kasus di antaranya ada di Provinsi Heilongjiang. Kasus-kasus impor di wilayah ini disebut muncul dari sekelompok warga China yang baru pulang dari Rusia. Jumlah total kasus impor di China daratan kini mencapai 951 kasus.

NHC juga melaporkan satu kematian pasien COVID-19 dalam sehari, yang terjadi di Provinsi Hubei. Jumlah total korban meninggal di China daratan kini mencapai 3.331 orang.

Sementara total kasus virus Corona di wilayah China daratan mencapai 81.708 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 67.803 kasus di antaranya ada di Provinsi Hubei, termasuk 50.008 kasus di kota Wuhan — titik nol pandemi virus Corona.

Sedikitnya 258 pasien dipulangkan dari rumah sakit usai dinyatakan sembuh sepanjang Minggu (5/4) waktu setempat. Hingga kini, total sudah 77.078 pasien virus Corona yang telah dinyatakan sembuh di China daratan. Sekitar 1.299 pasien masih menjalani perawatan medis.

Dalam laporannya, NHC juga mengumumkan adanya 78 kasus baru tanpa gejala (asymptomatic), sehingga total ada 1.047 kasus virus Corona tanpa gejala yang hingga kini masih berada di bawah pengawasan medis di China daratan.(red)