Seratus Hari Menjabat, HIMAPAS Pertanyakan Prestasi Bupati Singkil

oleh -39.321 views

Banda Aceh (maubilangapa) – Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) mendesak agar pemerintahanan Aceh Singkil di bawah kepemimpinan Dulmusrid – Sazali untuk melakukan langkah-langkah kongkret membangun Aceh Singkil dan membebaskan Aceh Singkil dari ketertinggalan.

“Sudah 100 hari Dulmusrid – Sazali memimpin Aceh Singkil, namun tidak terlihat ada program terobosan 100 hari yang terealisasi, hanya sidak berbau emosi ke rumah sakit yang terlihat, sungguh ironis,” ungkap Sekjen HIMAPAS Zazang Nurdiansyah kepada media, Senin dini hari (30/10/2017).

Perlu diingat oleh Dulmusrid-Sazali tegas Zazang, mereka dipilih oleh masyarakat negeri Syekh Abdurrauf As-Singkily karena masyarakat merindukan perubahan, masyarakat tidak ingin pola lama kepemimpinan berkelanjutan tanpa memikirkan nasib masyarakat.

BACA JUGA COY.  Memajukan Taman Wisata Kera Sibaganding bersama Widy Holidays

“Pemimpin Aceh Singkil yang baru harus segera bersikap, masyarakat merindukan kerja nyata untuk membebaskan Aceh Singkil dari ketertinggalan,” ujarnya.

Menurut Zazang, bukti pemerintahan yang merakyat tidak cukup dengan pamer nomor Hp Bupati melalui spanduk di dinas-dinas. Tetapi, bagaimana masyarakat merasakan langsung program-program pemerintah yang memang berpihak kepada rakyat.

“Persoalan Infrastruktur, SDM, perekonomian, aksesibilitas, celah fiskal, karateristik daerah menjadi persoalan mendasar yang menyebabkan Aceh Singkil wajar dikatakan tertinggal,” kata Zazang.

Ia melanjutkan, belum lagi sejumlah persoalan yang seakan tak terentaskan. Misalkan persoalan toleransi umat beragama, persoalan kesehatan masyarakat, persoalan CSR atau Plasma perusahaan perkebunan yang tidak jelas titik terangnya dan lain sebagainya.

BACA JUGA COY.  Memajukan Taman Wisata Kera Sibaganding bersama Widy Holidays

“Sejauh ini program 100 hari pemerintahan Dulmusrid – Sazali masih dikategorikan tanpa terobosan. Namun, mereka masih punya waktu 4 tahun lebih untuk membenah Aceh Singkil, sehingga sedini mungkin harus dilakukan evaluasi secara mendasar sebelum melahirkan kekecawaan masyarakat,” tambah Zazang.

Selain itu, kata Zazang, penyusunan RPJM Pemerintahan Singkil 2017-2022 hendaknya dipercepat dan memperioritaskan program-program yang berpihak kepada rakyat.

” Jika Dulmusrid – Sazali tidak memenuhi janji-janjinya kepada rakyat, maka sama saja mereka telah menipu rakyat,” ucapnya.

BACA JUGA COY.  Memajukan Taman Wisata Kera Sibaganding bersama Widy Holidays

Ia mengingatkan orang nomor satu dan nomor dua Aceh Singkil itu untuk tidak lupa diri dan terbuai dengan skenario elit dan orang yang mengatasnamakan donatur pilkada.

“Ingat, donatur terbesar Bapak-bapak itu rakyat, jangan terbuai oleh segelintir orang. Dan juga jangan lupa Aceh Singkil itu nomor satu di Aceh, yakni nomor satu dan satu-satunya sebagai daerah tertinggal di Aceh. Teruslah berikhtiar dan berbenah jangan terjebak film lama,” pungkas Zazang mengingatkan. [r]

Foto: Dulmusrid – Sazali dilantik