oleh

Rakor Penanggulangan Kemiskinan Terpadu

BLANGKEJEREN (MBA) – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Melalui Asisten II Setdakab, Ir H Rasyidin Porang resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kemiskinan terpadu bertemakan sinergitas program, di Aula Bappeda setempat, Senin 9 Maret 2020 lalu.

Dalam sambutannya, Rasyidin menyampaikan, penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Gayo Lues dari tahun 2017-2022 mendatang.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan strategi dan inovasi yang tepat dan berkelanjutan dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maka harus bersinergi dan bergerak cepat untuk menuntaskan masalah kemiskinan di Negri Seribu Bukit ini dan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Kemudian, tambahnya Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah menyusun dokumen Blue Print pengentasan kemiskinan, dimana dalam dokumen tersebut memuat persoalan determinasi, tinjauan kebijakan, isu strategis serta Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait percepatan penaggulangan kemiskinan.

“Dokumen ini sebagai acuan dalam perencanaan dan penganggaran di OPD, dalam melaksanakannya perlu dilakukan koordinasi pajak yang terkait dengan program pengentasan kemiskinan, sehingga program dan kegiatan yang direncanakan dapat menyentuh langsung kepada masyarakat,” tegas Rasyidin.

Rasyidin menjelaskan, upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues ditahun 2019 silam, telah menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,83 persen atau 460 jiwa dari tahun sebelumnya sebesar 19,87 persen atau 18.630 jiwa, yang berada pada peringkat 22 dari 23 Kabupaten/Kita di Aceh.

“Artinya, program dan kegiatan yang telah kita laksanakan ditahun 2019 kemarin sesudah mengarah kepada kegiatan penaggulangan kemiskinan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, Pemerintah juga tidak boleh terlena dengan penurunan angka tersebut, namun tetap harus berupaya semaksimal mungkin agar target RPJM dan pencapaian visi misi untuk menjadi Gayo Lues yang Islami, Mandiri dan Sejahtera.

“Saya yakin dan percaya bahwa program dan kegiatan yang bersinergi sudah terkoordinasikan dengan baik juga terarah, semoga akan mampu menjadi solusi untuk menurunkan angka kemiskinan yang signifikan di Negeri 1000 Hafizh ini,” tegasnya. (M Hasan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..