Pemkab Aceh Timur Bantu Rp1,5 M Pembangunan Dayah Nurul A’la Peureulak

oleh -39.321 views

IDI|AP – Bupati Aceh Timur H.Hasballah HM.Thaib didampingi Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un meninjau lokasi kebakaran Dayah Nurul A’la di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Jumat 22 Januari 2016 sekitar pukul 16:30 Wib.

Bupati Aceh Timur H.Hasballah HM.Thaib didampingi Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un meninjau lokasi kebakaran Dayah Nurul A’la di Desa Semanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Jumat 22 Januari 2016. Foto Humas Aceh Timur
Bupati Aceh Timur H.Hasballah HM.Thaib didampingi Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un meninjau lokasi kebakaran Dayah Nurul A’la di Desa Semanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Jumat 22 Januari 2016. Foto Humas Aceh Timur

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Timur H.Hasballah HM.Thaib atau yang akrap disapa Rocky itu mengaku akan membantu pembangunan dayah terpadu tersebut melalui Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun 2016 dengan nilai Rp1,5 miliar. “Anggaran sebesar ini dengan harapan dayah ini bisa menjadi dayah terpadu, karena nilai sejarah Dayah Nurul A’la ini sangat tinggi, apalagi di dalam komplek dayah juga terdapat Makam Putroe Nurul A’la,” katanya.

Menurut dia, tak tertutup kemungkinan Dayah Nurul ‘Ala tersebut suatu saat menjadi Perguruan Tinggi (PT). “Mungkin-mungkin saja kedepan di lokasi ini akan berdiri Perguruan Tinggi (PT), lebih-lebih lahan yang tersedia saat ini saja sudah mencapai 2 hektar,” ata Rocky.

Jika memungkinkan, lanjut Rocky, untuk menjaga kebugaran sejarah dan Makam Putroe Nurul A’la ini kita lakukan pembebasan lahan 1-2 hektar lagi kedepan, sehingga lokasi Makam Putroe Nurul A’la ini benar-benar menjadi situs sejarah dan objek wisata islami sebagaimana harapan masyarakat Aceh Timur. “Makam Putroe Nurul A’la ini bukan hanya situs sejarah milik Aceh Timur, tapi juga milik Aceh secara umum,” kata Rocky.

Dengan anggaran Rp1,5 miliar tahun ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengharapkan agar benar-benar bermanfaat untuk melestarikan situs sejarah kerajaan Islam tempo dulu, sehingga perlahan seluruh situs sejarah di daerah itu terjaga dan terpelihara hingga menjadi warisan anak cucu.

Disisi lain Bupati Aceh Timur juga berharap, meskipun Asrama Putra plus Ruang Belajar (Balee) terbakar, namun proses pembelajaran siang dan malam tetap berlanjut, sehingga para santri tetap mendapat ilmu sesuai dengan kelasnya masing-masing. “Pengajian tidak boleh berhenti, apalagi untuk sementara kita sedang membangun asrama dan balai sebagai sarana pendidikan disini. Untuk jenis kitab yang ikut terbakar diharapkan untuk dilaporkan ke Bagian Dayah Setdakab Aceh Timur, sehingga pengadaan kedepan dapat diperioritaskan untuk Dayah Nurul A’la,” sebut Rocky. (Nil).