Kehadiran Sultan Malaka Palsu di Bireuen Disambut Nuansa Eforia

oleh -22.321 views
Raja Malaka Noor jan Syah bersama rombongan, disambut secara seremonial oleh sejumlah pejabat Pemkab Bireuen, saat memasuki lokasi tempat digelarnya acara seminar Kerajaan Jeumpa, Desa Blang Seupeung Kecamatan Jeumpa, Bireuen Rabu 11 Mai 2016. Foto: BNC
Raja Malaka Noor jan Syah bersama rombongan, disambut secara seremonial oleh sejumlah pejabat Pemkab Bireuen, saat memasuki lokasi tempat digelarnya acara seminar Kerajaan Jeumpa, Desa Blang Seupeung Kecamatan Jeumpa, Bireuen Rabu 11 Mai 2016. Foto: BNC

BIREUEN | AP– Kisah lucu di negeri tempo dulu bernama Jeumpa itu seakan tak habisnya. Belum usai kisah ijazah palsu hingga kredit palsu kini muncul lagi sultan palsu. Berikut kisahnya;

Awal kisahnya sekitar satu minggu menjelang rencana diadakannya acara seminar Kerajaan Jeumpa oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Pemkab Bireuen, nuansa eforia terlihat dari tingkah beberapa pejabat yang terkait dengan unsur kepanitiaan.

Pantas, kesan tingkah berlebihan yang mereka peragakan timbul karena merasa akan mendapat nilai plus karena mampu menghadirkan seorang sosok manusia terhormat (Raja) dari kerajaan negeri seberang.

Namun Pasca kegiatan seremonial tersebut berlangsung yang turut dihadiri sejumlah tokoh budayawan dalam dan luar daerah Rabu (11/5/2016) di Gampong Blang Seupeng Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen Propinsi Aceh, mulai memunculkan banyak masalah serta kecaman miring masyarakat dari berbagai kalangan

Betapa tidak, Raja atau setara Sultan Melaka yang sempat dielu-elukan kehadirannya bersama Permaisuri plus rombongan dituding telah menghadirkan Sultan Melaka “rakitan” sebagai tamu istimewa. Memalukan
Noor Jan Shah, yang disebut-sebut sebagai Sultan “bohong-bohongan” hadir ke acara seminar bersama 22 orang rekan pengikutnya dan disambut secara resmi oleh Bupati dan Ketua DPRK Bireuen layaknya tamu kehormatan.

Merebaknya status pribadi tamu kehormatan Pemkab Bireuen menyusul pencerahan dari seorang facebooker melalui akun FB nya yang turut mengecam pihak penyelenggara terutama pemimpin Bireuen.

Alasan patut dikecam dari pemilik status, acara “ecek-ecek” itu kerena dinilai tidak sepantasnya terjadi hal yang demikian, apalagi terlihat dalam foto saat berlangsungnya acara tersebut turut melibatkan seorang ulama panutan masyarakat Kabupaten Bireuen yakni Abu Tumin Blang Bladeh.

Informasi yang dihimpun Bongkar News menyebutkan, Noor Jan Syah yang mengklaim dirinya sebagai pewaris tahta kerajaan negeri Melaka memiliki sejumlah catatan hitam yang berurusan dengan hukum kriminal di negerinya.

Sultan “bodong” yang hadir dalam acara Seminar Kerajaan Jeumpa dengan menggenakan pakaian kebesaran layaknya seorang raja beneran, berwarna kuning itu pernah ditahan 16 Januari 2014 silam serta diadili pihak pemerintah Malaysia dengan tuduhan membuat pengakuan palsu dengan menyebut dirinya Raja Melaka meskipun ujungnya dibebaskan.

Perihal Raja Melaka Noor Jan Shah yang menjadi tamu istimewa Pemkab Bireuen pernah berurusan dengan pihak berwajib di negerinya dengan cepat merebak ke berbagai kalangan melalui media sosial sejak Rabu (18/5/2016) langsung mendapat respons miring dalam bentuk kata kecaman khususnya terhadap panitia penanggung jawab.

Pejabat MAA Kabupaten Bireuen dituding tidak profesional dan telah kecolongan dengan mendatangkan raja palsu pada kegiatan sangat bergengsi tersebut yang imbasnya tentu hingga mencoreng muka pihak pimpinan daerah .
Sekretaris MAA Kabupaten Bireuen, Syarwan Ibrahim kepada awak media terkesan sengaja mau menutupi kesalahan yang telah dilakukan lembaganya. Awalnya ia mengaku tidak ada daftar tamu dari luar negeri yang diundang, apalagi sekaliber raja atau sultan.

Menurutnya, Sultan palsu bersama rombongannya itu hadir ke Bireuen sebagai tamu istimewa pada acara seminar menelusuri jejak Raja Jeumpa tanpa di undang secara resmi oleh panitia dari Pemkab Bireuen.

“Kami tidak pernah mengundang Sultan Melaka (Noor Jan Shah-red) ke acara seminar itu,” aku Syarwan awalnya. Menurutnya , Sultan itu hadir di Bireuen karena mengetahui ada seminar menelusuri jejak Raja Jeumpa dari salah seorang warga Kabupaten Bireuen yang menetap di Malaysia bernama Teuku Iskandar.
.
“Sultan Noor Jan Syah itu mengaku tahu ada seminar Raja Jeumpa dari Teuku Is. Begitu pengakuan beliau dalam uraian kata sambutannya hari itu,” imbuh Syarwan. Saat ditanya siapa dan dimana alamat Teuku Is yang ia maksud itu, lagi-lagi Syarwan berusaha mengelak memberi penjelasan akurat .

“Saya tidak kenal dengan Teuku Is, sebaiknya ditanyakan langsung sama ketua MAA,” jawabnya mengelak.

Ketua MAA Kabupaten Bireuen, Drs. Jailani, MM dihubungi terpisah melalui ponsel pribadinya, memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan keterangan Syarwan.

Malah Jailani langsung membeberkan siapa orang yang mengantar undangan kepada sultan malaka palsu. “Saya berikan kontak person orang yang mengantarkan undangan itu ya, supaya lebih jelas,” kata Jailani.

Bermodalkan informasi awal dari ketua MAA tersebut, sehingga terungkap sosok Teuku Is yang tadinya terkesan dikaburkan oleh Sekretaris MAA. Teuku Is adalah pria bernama lengkap Teuku Iskandar Muda Bin T. Ismail yang menurut ketua MAA merupakan sosok pewaris dari Raja Jeumpa Bireuen.

Ditemui Kamis (19/5/2016) di sebuah kios seberang jalan depan Sekretariat MAA di kawasan Cot Gapu Bireuen, pria yang mengaku telah 27 tahun menetap di Malaysia itu sama sekali tidak menampik, jika dirinya orang yang paling bertanggungjawab atas kehadiran sultan palsu pada seminar tersebut.

“Ia benar Itu memang ide saya untuk mengundang Sultan Malaka Noor Jan Shah ke seminar Raja Jeumpa dan semua itu sudah saya koordinasikan dengan pihak MAA,” sebut Teuku Iskandar.

Menurut kupasan Teuku Iskandar, antara Raja Jeumpa dengan Sultan Malaka memiliki keterikatan silsilah. “Saya sudah mempelajari sejarah dan silsilah dari Noor Jan Shah, makanya saya yakin beliaulah Sultan Melaka yang sah,” tukasnya.

Ketika ditanya apakah ia tahu jika Noor Jan Shah itu pernah ditangkap dan diadili karena memberi keterangan palsu dan masih terjadi polemik sampai sekarang. “Ya. Saya tahu, tapi itukan kejadiannya tahun 2014 dan mahkamah di Malaysia tidak dapat membuktikan bahwa Noor Jan Shah bersalah atau bukan Sultan Malaka yang sah.

“Yang saya tahu pasti, Sultan ke 22 Negeri Perak adalah kakeknya beliau,” urai pria yang akrab disapa Ampon Is. Menyangkut dengan fasilitas yang diberikan pihak Pemkab Bireuen kepada Noor Jan Shah beserta rombongan selama mengikuti seminar itu, menurut Ampon Is, hanya sebatas penginapan.

“Semua biaya Sultan dan rombongan di tanggung secara pribadi, terkecuali sarana penginapan yang hanya di sediakan oleh panitia,” demikian penjelasan pria yang mengklaim dirinya bergelar YM.Datuk Paduka Teuku Iskandar Muda Bin T. Ismail. (Bongkarnews)