Katanya Sih…Tes Serologi Lebih Akurat Deteksi Virus Corona

oleh -115.321 views

MAUBILANG JAKARTA – Saat ini pemerintah mulai melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar demi membangkitkan kembali perekonomia. Perkantoran dan pusat bisnis lainnya juga perlaha mulai dibuka kembali.

Meski demikian, bukan artinya kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19 juga harus longgar. Saat ini, angka kasus masih mengalami kenaikan di Indonesia. Karenanya, masyarakat ditekankan untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Untuk menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan pekerjaan, perusahaan-perusahaan juga disarankan untuk melakukan skrining. Ada beberapa cara yang bisa dipilih perusahaan untuk melaksanakan skrining, salah satunya adalah dengan tes serologi.

Tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab merupakan tes antibodi total yang relatif cepat dan berakurasi tinggi yang dapat dilakukan baik di rumah sakit maupun di luar rumah sakit (mobile testing atau onsite/di tempat). Sama seperti tes rapid, tes serologi antibodi ini mendeteksi antibodi seseorang untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi oleh SARS-CoV-2 atau belum.

Namun, tes serologi antibodi tersebut adalah tes yang pengerjaan dan deteksinya dikerjakan oleh instrumen robotik. Hal ini membuat sensitivitas dari tes lebih baik yaitu hingga 100 persen. Sehingga hampir tidak ada kasus positif yang tidak terdeteksi.

Salah satu rumah sakit yang menyediakan tes ini adalah Siloam. Keunggulan tes serologi antibodi antara lain, tingkat sensitivitas hingga 100 persen dan spesifisitas lebih dari 99,81 persen. Pengadaan tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab merupakan hasil kerja sama dengan Roche, perusahaan global yang bergerak di bidang farmasi dan diagnostik.

“Dalam pelonggaran PSBB, setiap individu dan perusahaan tetap perlu memperhatikan prinsip-prinsip hidup bersih dan sehat dalam semua kegiatan, agar seluruh masyarakat tetap aman. Salah satu langkah preventif yang penting adalah pelaksanaan skrining. Untuk itu Siloam menyediakan tes serologi antibodi yang terjangkau,” ujar Wakil Direktur Utama Siloam Hospitals Group Caroline Riady dalam keterangan tertulis.

Caroline menambahkan, terdapat 10 perusahaan yang telah meminta Siloam agar dilakukan tes Serelogi kepada para karyawan mereka.

“Harga tes Serelogi jauh lebih terjangkau jika dilakukan secara korporasi atau minimal 10 orang”, sebut Caroline.

Selain sensitivitas yang tinggi, keunggulan lain dari tes serologi antibodi ini adalah tingkat spesifisitas lebih dari 99,81 persen dan tanpa gangguan atau cross reaksi dari virus flu biasa dan coronavirus lain selain SARS-CoV-2. Dengan demikian, tes ini betul- betul dapat memastikan antibodi yang timbul adalah paparan dari SARS-CoV-2 atau COVID-19.

Tes serologi antibodi ini telah diakui oleh CE (Conformite Europene), FDA EUA (Emergency Use Authorization), dan NHS serta digunakan di Amerika Serikat, Australia, Eropa, Inggris, dan Singapura.

Tes serologi antibodi digunakan untuk menentukan kemungkinan seseorang mendapatkan kekebalan terhadap patogen. Tubuh manusia membuat antibodi sebagai respons terhadap banyak penyakit.

Dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, tes antibodi diperlukan untuk mendeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 secara khusus tanpa ada reaktivitas silang dengan virus corona serupa lainnya atau virus influenza yang biasa, yang dapat menghasilkan hasil positif palsu dan dengan demikian secara keliru menunjukkan potensi kekebalan. Hasil positif palsu terjadi ketika seseorang menerima hasil tes positif, ketika mereka seharusnya menerima hasil negatif.

“Roche menjadi penyedia tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab dengan metoda CLIA yang pertama di Indonesia. Spesifisitas dan sensitivitas yang tinggi dari tes antibodi SARS-CoV-2 ini merupakan bagian penting dalam mitigasi pandemi COVID-19 di dunia khususnya di Indonesia,” kata Country Manager Roche Diagnostics Indonesia Ahmed Hassan.(viva/red)