oleh

Kadis DKPP Monitor Produksi Garam Beriodium

Bireuen (MBA) – Kadis DKPP Kabupaten Bireuen menta petani garam, di Jangka membuktikan jika garam produksi mereka, sangat berkualitas dan sangat layak di konsumsi, kata Irwan, Sp, M.Si dalam kunjungannya memonitor Produksi garam Beryodium di Desa Tanoeh Anoe, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Rabu (11/2).

Kadis DKPP Bireuen Irwan SP, MSi didampingi Pengurus UD Milhi Jaya, Qurrata Aini SE, mengatakan, bahwa produksi Garam beriodium di Desa Tanoeh Anoe, mencapai 1 ton per bulan yang dikonsumsi oleh kalangan masyarakat.” sejauh ini belum banyak petani garam lokal yang beralih sistem pengolahan kepada teknik terbaru, sehingga hasil produksi yang di dapatkan masih berkisar pada konsumsi lokal, itupun belum bisa terpenuhi,” paparnya.

Dikatakan, sekiranya petani bersedia mewujudkan kelompok dengan menyediakan lahan sesuai kebutuhan areal pengembangan produksi garam, DKPP siap menjembatani ke arah sistem pengolahan yang lebih efektif melalui tenaga penyuluh dari Dinas.

Sementara pengurus UD Milhy Jaya Qurrata Aini SE menjelaskan, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap mamfaat dari penggunaan garam beriodium dalam wilayah produksi, sebagian besar garam hanya di pasarkan ke beberapa kabupaten tetangga.”Sejauh ini, garam yang kami produksi lebih diminati oleh masyarakat bagian Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, dan Aceh Selatan, berdasarkan kuota pesanan dan daya tampung pedagang yang kian meningkat,” sebut Qurrata

Lanjut Qurrata, luas lahan hamparan hanya 600 meter persegi, dapat meproduksi garam rata – rata 1 ton setiap bulannya dan dapat menampung sebanyak 18 tenaga kerja tetap. “Kita terus berusaha meningkatkan hasil produksi garam untuk konsumsi dan garam untuk Industri,” pungkasnya. (Maimun /Juwaini).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..