Catat Woi…! Ini Dia 3 Tahapan New Normal di Daerah Diatur Ketat

oleh -155.321 views

MAUBILANG JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghormati keputusan daerah menerapkan tatanan baru atau new normal masyarakat yang produktif dan aman COVID-19. Jokowi mengingatkan tatanan baru harus melalui tahapan yang ketat dan hati-hati.

“Pembukaan sebuah daerah menuju sebuah tatanan baru, masyarakat yang produktif dan aman COVID perlu saya ingatkan harus melalui tahapan-tahapan yang ketat, harus melalui tahapan tahapan yang hati-hati,” kata Jokowi di kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Jokowi mengatakan tahapan-tahapan itu harus dilakukan sebaik mungkin. Jika tidak dikhawatirkan akan terjadi kenaikan kasus di daerah tersebut.

“Jangan sampai ada kesalahan kita memutuskan, sehingga terjadi kenaikan kasus di sebuah daerah, karena tahapan-tahapan tidak kita kerjakan secara baik,” ujarnya.

Berikut tahapan-tahapan yang disebutkan oleh Jokowi:

1. Perlu adanya Prakondisi

Jokowi mengatakan di tahapan ini perlu sosialisasi secara masif terkait protokol kesehatan. Sehingga menurutnya masyarakat paham dan terbiasa melakukannya.

“Yang pertama perlu saya ingatkan, perlunya prakondisi yang ketat, ini yang paling penting, sosialisasi pada masyarakat jelas masif, sehingga bagaimana penggunaan masker, mengenai jaga jarak, mengenai cuci tangan, mengenai jangan masuk kerumunan, keramaian yang terlalu padat. Saya kira kalau ini terus disampaikan kepada masyarakat, diikuti dengan simulasi yang baik sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga itu sudah betul-betul siap dan ini lah prakondisi yang kita siapkan,” ujarnya.

Jokowi juga telah memerintahkan TNI-Polri untuk turun ke tempat keramaian untuk terus memantau langsung penerapan protokol kesehatan.

“Sehingga disiplin pakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari kerumunan, tingkatkan imunitas saya kira terus harus kita sampaikan kepada masyarakat. Saya juga sudah perintahkan kepada Panglima TNI-Kapolri untuk menghadirkan aparat di titik keramaian di daerah untuk mengingatkan warga agar disiplin, mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

2. Koordinasikan penentuan waktu pelonggaran menuju new normal dengan Gugus Tugas COVID-19

Jokowi mengatakan dalam penentuan waktu pelonggaran menuju new normal harus dikoordinasikan dengan gugus tugas COVID-19. Perlu ada pertimbangan mulai dari data dan perkembangan potensi penularan. Jokowi menyebut data itu tercatat semua di Gugus Tugas.

“Kedua berkaitan dengan penentuan waktu, itu penting sekali, kapan timing-nya itu penting sekali, kalkulasinya, hitungannya, berdasarkan fakta dan data lapangan yang ada, jadi saya ingatkan juga kepada daerah apabila sudah ingin memutuskan masuk ke norma baru bicarakan dulu dengan gugus tugas. Datanya seperti apa, pergerakannya seperti apa, fakta-faktanya seperti apa karena data di sini saya lihat ada semua, jadi lihat perkembangan data epidemologi terutama angka R0 dan RT,” ujarnya.

Kemudian juga kesiapan daerah menuju new normal. Jokowi mengatakan daerah juga perlu mempersiapkan secara matang terkait pelacakan, pengujian hingga fasilitas kesehatan.

“Kemudian hitung kesiapan daerah, ini yang berkali-kali saya sampaikan, pengujian yang masif, pelacakan yang agresif, kesiapan fasilitas kesehatan yang ada, ini benar-benar semuanya harus kita itu dan harus kita pastikan,” ucapnya.

3. Buka sektor-sektor secara bertahap

Jokowi mengatakan penting untuk mengatur pembukaan sektor secara bertahap. Dengan kapasitas yang juga diatur secara bertahap, tidak langsung 100 persen. Jokowi juga akan mengevaluasi daerah yang sudah melakukan.

“Ketiga prioritas, tidak semua langsung kita buka, tidak. Sektor dan aktivitas apa yang dimulai dibuka. Itu pun secara bertahap , tidak melakukan langsung dibuka 100 persen, beberapa daerah bisa melakukan, dibuka dulu 50 persen. Saya kira contoh-contoh beberapa daerah yang sudah melakukan akan kita evaluasi, dan sangat bagus sebagai contoh kemarin persiapan dalam pembukaan tempat ibadah dengan protokol kesehatan bagus,” katanya.

“Terus sektor ekonomi, sektor dengan penularan COVID yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi yang tinggi itu didahulukan, dan terutama sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan industri manufaktur, sektor konstruksi logistik, transportasi barang, sektor pertambangan, perminyakan, saya kira ini sudah disampaikan ketua gugus tugas agar menjadi catatan kita semua,” sambung Jokowi.(sumber : detik/red)