Adik Kandung Gubernur Aceh Lantik Pengurus KUPKI

oleh -60.321 views
Pembina dan Pengurus KUPKI audiensi ke Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Selasa 3 Mei 2016. Foto: Ist
Pembina dan Pengurus KUPKI audiensi ke Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Selasa 3 Mei 2016. Foto: Ist

BANDA ACEH|AP-Pengurus Koperasi Usaha Pengelola Keuangan Islam (KUPKI) resmi dilantik oleh Pembina Hasbi Abdullah, Jum’at 20 Mei 2016 malam di Anjong Mon Mata Banda Aceh . Mantan Ketua DPR Aceh itu menempati posisi pembinan bersama istri Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Hj. Niazah A.Hamid.

Acara pelantikan pengurus koperasi yang diketuai Sri Wahyuzha itu turut dihadiri langsung oleh Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah dan menyampaikan kata sambutan tanpa teks secara langsung dihadapan para pengurus dan tamu undangan.

Adapun susunan pengurus Koperasi Usaha Pengelola Keuangan Islam tersebut adalah Drs. Hasbi Abdullah ditunjuk sebagai penasehat koperasi, kemudian isteri Gubernur Aceh Hj.Niazah A. Hamid juga ditunjuk sebagai penasehat.

Sementara itu, Sri Wahyuzha, S.Pd bertindak sebagai ketua Koperasi, Ir.Mahdi Fuad A.Rasyid sebagai Wakil Ketua, Rosdiana, S.Pd sebagai Sekretaris, Al-Chudri, AG sebagai Wakil Sekretaris dan Junaidi Aqsah, SE sebagai bendahara Koperasi.

Gubernur Aceh dalam sambutannya mengatakan, saat ini pemerintah Aceh sedang giat-giatnya membuat program yang bersentuhan dengan masyarakat Aceh guna menuntaskan kemiskinan di Aceh.

“Saat ini Pemerintah Aceh memberikan perhatian khusus terhadap penuntasan kemiskinan di Aceh, salah satunya dengan pembentukan koperasi yang akan membantu modal usaha, serta pengembangan akses jalan menuju sentra produksi rakyat,” ujar  Zaini.

Selain pelantikan pengurus, pengurus koperasi yang membawa nama Islam itu juga menggelar workshop bertemakan “Strategi ekonomi Islam untuk menuntaskan kemiskinan Aceh melalui Koperasi UPK Islam” dengan pematerinya antara lain, Tan Sri Datok Sanusi Djuned, mantan Menteri Pertanian Malaysia keturunan Aceh.

Kegiatan tersebut berjalan lancar berkat dukungan dari Gubernur Aceh baik akomodasi maupun sumber dana. Selain dukungan itu, para kerabat dekat gubernur juga terlibat dalam kepengurusan koperasi yang berkantor sementara di Jalan AMD Banda Aceh.

Dalam acara pelantikan tersebut, para pengurus berpakaian seperti layaknya pakaian biasa tanpa peci dan baju yang berciri khas Islam meskipun koperasi itu membawa nama Islam.

“Ah biasa aja, kita biasa saja malah ada yang celana bolong,” jawab sekretaris Koperasi UPKI, Rosdiana singkat saat menanggapi pertanyaan wartawan terkait pakaian pengurus.

Seorang tamu yang hadir turut mengkritisi pemberian nama koperasi dan bila nama tersebut disingkat maka akan memunculkan asumsi yang tidak baik. “Seharusnya kan ada nama lain yang lebih pas, sehingga bila disingkat tidak KUPKI gitu, walaupun pengurus menyingkatnya dengan Koperasi UPK Islam, kan kalau disingkat total jadi berabe gitu,” kritik tamu itu sambil pulang. [TM]